Pertanyaan dalam keadaan

Rabu, 18 Mei 2016

Tik.tok.tik. Tok

Suara detik waktu memecah keheningan.

Hanya diam

Hanya diam,  tak tau mau berkata apa...

Ratusan pertanyaan muncul dikepala ini

Kau...

Kau...

Dan

Kau..

Mencintaimu adalah sebuah pertanyaan dan jawaban

Apa dan karena.


Hampir setiap hari detail hidupku, kuhabiskan bersamamu.


Mengantarmu...

Menjemputmu...

Jalan bersamamu...


Apa aku lelah?

TIDAK.

Apa aku bosan?

TIDAK.

Bukan itu.

Tembok itu,  tembok dingin tak kasat mata yang tiba tiba muncul.

Apa yang membuat mu berubah?

Apa kau lelah menghadapiku?

Apa kau lelah berbagai setiap detik detak cerita?

Aku menyayangimu,

Bagaimanapun sikapmu.

Aku mencoba mengerti kamu,

bagaimanapun sikapmu.


Tapi...

Pertanyaannya adalah....


Jika aku mencoba mengerti kamu,  akankah kamu mencoba untuk mengerti aku?


Aku bingung mau berbuat apa..

Kenapa kamu tidak katakan saja?

Karen aku tidak bisa tau jika tidak dikatakan.



Aku bukan mau menyerah dengan semua ini.

Aku bukan mau pergi.


Tapi bolehkah aku minta hal yang sama?


Bolehkah kamu untuk tidak menyerah dengan semua ini?


Bolehkah kamu tidak pergi?


Dan bolehkah kamu tidak berubah???




Karena pertanyaan ini muncul dalam keadaan.



-yk-

Antara kita

Senin, 09 Mei 2016


“Bagas, Lintang, Langit, Laut! Itulah nama anak-anak kita.” ucapmu semangat, dibalut senyum yang mengembang di sudut bibirmu.

“Matahari, Bintang, Langit, Laut? Artistik sekali ya?” jawabku menanggapi pernyataanmu.

“Jelas!” ujarmu singkat, tawamu tetap menyeruak.

Sudah beberapa bulan sejak peristiwa itu, namun ingatanku masih begitu kuat tentangmu. Masih tersulut tawa renyahmu, masih kuingat caramu mengungkapkan rasa, dan masih begitu lekat suaramu menggelitik gendang telingaku. Dulu, aku dan kamu sempat menjadi kita, kita yang saling menyatukan rasa. Sosokmu yang penuh tanya, memaksaku untuk terus mencari jawabnya. Inikah yang disebut cinta? Selalu butuh tanya dan jawaban.

Jarak antara Semarang  dan malang memang masih setia membusungkan dada, menyombongkan diri atas prestasi yang ia tekuni, memisahkan dua orang yang saling mencintai, menjauhkan dua insan yang masih saling berbagi rindu. Jarak memang tak selalu mampu kita tembusi. Sehingga kita berkencan dengan waktu, dan orang-orang menatapnya penuh tanya. Aku dan kamu menelan rindu diam-diam. Kita juga tak bisa berbuat apa-apa, ketika jarak memang mempunyai hak untuk menjauhkan.

Semua mengalir dengan begitu indah, hingga pada sewaktu-waktu kamu mengatakan hal yang mencengangkan, “Ibuku tidak terlalu menyukai cowok seperti kamu.”

“Lalu, bagaimana denganku? Bagaimana dengan kita?” tanyaku cemas.

“Tapi, aku menyukaimu.” Jawabmu singkat, aku tertegun. “Ibu baik kok, yang berhak memilih kan aku.”

Beberapa menit kemudian, kita berseteru. Percakapan yang mengalir lewat mata berkaca, kali pertama aku mendengar suara tangismu, begitu lembut, begitu tulus. Aku masih ingat usaha kerasmu untuk menguatkan langkah kita, agar tak ada yang merasa tersakiti di tengah jalan. Seandainya tak ada jarak, mungkin kita bisa saling menguatkan. Tapi, apalah daya yang kaupunya dan kupunya? Kita hanyalah dua manusia angkuh yang nekat melawan arus perbedaan. Aku dan kamu hanya ditakdirkan untuk berkenalan bukan untuk menjadi pasangan kekasih Tuhan.

Rindumu dan rinduku tak lagi saling menyapa. Aku dan kamu takkan mungkin bisa seperti dulu, semua berbeda, semua berubah. Aku dan kamu tak mungkin lagi menjadi kita, karena di sana mungkin kautelah bersama pilihanmu, dan di sini bersama pilihanku.

Kutahu kaubegitu mencintai senja dan kilau lembutnya. Kutahu kausempat memimpikan bisa melihat senja bersama dengaku. karena perpisahan tergesa-gesa menjalankan tugasnya, untuk membuat aku dan kamu seakan-akan tak pernah saling mengenal.

Maaf, karena aku tak mampu memberi keindahan dalam hidupmu. Maaf, karena aku tak bisa menggambarkan senja di bola matamu. Maaf, karena kubiarkan kamu memasuki hidupku. Harusnya kuakhiri segalanya, ketika kubiarkan kaumasuki hidupku. Jadi, takkan pernah ada kita dalam dongeng sebelum tidur ataupun dalam sejarah yang tak dibukukan.

Biarkan saja angin bersenandung sendiri
Biarkan saja wajahmu menggantung dalam sunyi
Biarkan saja tawa renyahmu menghantui hari
Itulah tanda
bahwa aku membiarkan diriku
untuk tetap merindukanmu
Hingga sekarang, masih ada doa yang mengaliri malam-malammu
Masih ada doa yang menghakimi kebahagiaanmu
Masih terucap lirih doaku, untuk menuntunmu pulang
ke sini…
pulanglah…
aku merindukanmu
14 maret,ponselmu dan ponselku jadi saksi, dua hati menjadi satu, melebur dalam perbedaan. Kamu wanitaa yang sempat menjadi senja dan malamku, wanita  yang menjadi teman begadangku, si mata sipit yang pernah menjelma menjadi tangis dan tawaku.

Sampai kapan kita bersama 2

Kamis, 23 Mei 2013

"Dave ! Coba kamu kerjakan soal nomor empat!" Kata pak guru menyuruhku. "Dave bangun!" Doni mencoba membanggunkanku, Aku yang masi tertidur pulas seakan enggan membuka mata. "Dave! Bangun woi!" " Apaan sih lu?! Ganggu orang tidur aja" aku tidak mempedulikan ucapan Doni. "Mana Dave?! Kok belum maju?! Cepat yang lain sudah menunggu!" Guru berteriak memintaku untuk maju. Mungkin guru tersebut telah habis kesabaran terhadapku. Tiba-tiba dia melemparkanku dengan penghapus. Strike! Dia mengenaiku, sekarang mukaku hitam terkena penghapusnya. "I..i...ya saya pak!" Aku kaget dan langsung bangun. "Kamu tidur?!" "Iya! Eh maksud saya enggak!" Aku menjawab dengan rasa takut yang menusuk. " kalau kamu tidak tidur jadi bisa dong maju ke depan! Kerjakan soalnya cepat!!! Kalau gak bukan cuma kamu yang gak isterhat, tapi satu kelas!" Dia mengancamku. "Mampus gw!" Aku kaget, apa yang ku lewatkan satu jam terakhir. Akhirnya dengan negoisasi, dia memperbolehkan satu kelas isterahat namun tidak untukku. Aku disuruh lari 30 putaran. Memang guru ini tidak punya rasa kemanusiaan. Setelah lari, dengan nafas masi tertinggal, aku ke kantin. Bercanda gurau dengan temanku. Tiba-tiba aku mengingat sosok wanita itu tergambar jelas di benakku. Wanita yang hadir di mimpiku akhir-akhir ini disetiap aku tidur. Siapa dia, kenapa dia begitu jelas ada di kepala ku? Aku mencoba memikirkan. Setiap aku bermimpi, aku selalu menemuinya, wanita yang membuat ku semangat untuk tidur.


Aku berusaha mencari  apa yang sebenarnya terjadi. Sampai suatu ketika, "dave! Ada anak baru lo kabarnya" "buat lo aja deh, kagak peduli gw mah!" Gw coba tidak mempedulikan. "Ohh ya udah kalau gitu. Awas nyesel!"

Belajar melepaskan

Senin, 06 Mei 2013



Kamu mengenalkan namamu begitu saja, uluran tanganmu dan suara lembutmu berlalu tanpa pernah kuingat-ingat. Awalnya, semua berjalan sederhana. Kita bercanda, kita tertawa, dan kita membicarakan hal-hal manis; walaupun segala percakapan itu hanya tercipta melalui pesan singkat— BBM. Perhatian yang mengalir darimu dan pembicara manis kala itu hanya kuanggap sebagai hal yang tak perlu dimaknai dengan luar biasa.
Kehadiranmu membawa perasaan lain. Hal berbeda yang kamu tawarkan padaku turut membuka mata dan hatiku dengan lebar. Aku tak sadar, bahwa kamu datang memberi perasaan aneh. Ada yang hilang jika sehari saja kamu tak menyapaku melalui dentingan chat BBM. Setiap hari ada saja topik menarik yang kita bicarakan, sampai pada akhirnya kita berbicara hal paling menyentuh; cinta.
Kamu bercerita tentang mantan kekasihmu dan aku bisa merasakan perasaan yang kaurasakan. Aku berusaha memahami kerinduanmu akan perhatian seorang cowok . Sebenarnya, aku sudah memberi perhatian itu tanpa kauketahui. Mungkinkah perhatianku yang sering kuberikan tak benar-benar terasa olehmu? Aku mendengar ceritamu lagi. Hatiku bertanya-tanya, seorang wanita hanya menceritakan perasaannya pada cwok yang dianggap dekat.
Aku bergejolak dan menaruh harap. Apakah kausudah menganggap aku sebagai cowok spesial meskipun kita tak memiliki status dan kejelasan? Senyumku mengembang dalam diam, segalanya tetap berjalan begitu saja, tanpa kusadari bahwa cinta mulai menyeretku ke arah yang mungkin saja tak kuinginkan.
Saat bertemu, kita tak pernah bicara banyak. Hanya sesekali menatap dan tersenyum penuh arti. Ketika berbicara di BBM, kita begitu bersemangat, aku bisa merasakan semangat itu melalui tulisanmu. Sungguh, aku masih tak percaya segalanya bisa berjalan secepat dan sekuat ini. Aku terus meyakinkan diriku sendiri, bahwa ini bukan cinta. Ini hanya ketertarikan sesaat karena aku merasakan sesuatu yang baru dalam hadirmu. Aku berusaha memercayai bahwa perhatianmu, candaanmu, dan caramu mengungkapkan pikiranmu adalah dasar nyata pertemanan kita. Ya, sebatas teman, aku tak berhak mengharapkan sesuatu yang lebih.
Aku tak pernah ingin mengingat kenangan sendirian. Aku juga tak ingin merasakan sakit sendirian. Tapi, nyatanya....
Perasaanku tumbuh semakin pesat, bahkan tak lagi terkendalikan. Siapakah yang bisa mengendalikan perasaan? Siapakah yang bisa menebak perasaan cinta bisa jatuh pada orang yang tepat ataupun salah? Aku tidak sepandai dan secerdas itu. Aku hanya manusia biasa yang merasakan kenyamanan dalam hadirmu. Aku hanya cowok yang takut kehilangan seseorang yang tak pernah aku miliki.
Salahku memang jika mengartikan tindakanmu sebagai cinta. Tapi, aku juga tak salah bukan jika berharap bahwa kamu juga punya perasaan yang sama? Kamu sudah jadi sebab tawa dan senyumku, aku percaya kautak mungkin membuatku sedih dan kamu tak akan jadi sebab air mataku. Aku percaya kamulah kebahagiaan baru yang akan memberiku sinar paling terang. Aku sangat memercayaimu, sangat! Dan, itulah kebodohan yang harus kusesali.
Ternyata, ketakutanku terjawab sudah, kamu menjauhiku tanpa alasan yang jelas. Kamu pergi tanpa ucapan pisah dan pamit. Aku terpukul dengan keputusan yang tak kausampaikan padaku, tapi pantaskah aku marah? Aku tak pernah jadi siapa-siapa bagimu, mungkin aku hanya persinggahan; bukan tujuan. Kalau kauingin tahu, aku sudah merancang berbagai mimpi indah yang ingin kuwujudkan bersamamu. Mungkin, suatu saat nanti, jika Tuhan izinkan, aku percaya kita pasti bisa saling membahagiakan.
Aku tak punya hak untuk memintamu kembali, juga tak punya wewenang untuk memintamu segera pulang. Masih adakah yang perlu kupaksakan jika bagimu aku tak pernah jadi tujuan? Tidak munafik, aku merasa kehilangan. Dulu, aku terbiasa dengan candaan dan perhatian kecilmu, namun segalanya tiba-tiba hilang menguap, bagai asap rokok yang hilang ditelan gelapnya malam.
Sesungguhnya, ini juga salahku, yang bertahan dalam diam meskipun aku punya perasaan yang lebih dalam dan kuat. Ini bukan salahmu, juga bukan kesalahannya. Tapi, tak mungkin matamu terlalu buta dan hatimu terlalu cacat untuk tahu bahwa aku mencintaimu.
Aku harus belajar tak peduli. Aku harus belajar memaafkan, juga merelakan.

Tugas cerpen : Sampai kapan kita bersama?

Sampai kapan kita bersama


Sampai Kapan Kita Bersama?

        Aku tidak tahu kapan ini di mulai, mungkin aja saat aku bertemu kamu. Namaku Dave, mungkin ini sebagian dari kisahku. Pertama kali , kala itu aku sedang berjalan-jalan di taman. Taman yang mungkin sudah lama ditutup, ku berjalan sendiri ditengah- tengah keheningan taman itu. Tiba-tiba , aku mendengar gesekan biola memecah keheninangn disini. Kekaguman membuatku menetap lebih lama disini. Diam, suasana kembali tenang… kau duduk di bangku itu dan meletakkan biolamu, ku coba untuk mendekati mu… namun sebelum aku kesana , kau pergi melewati ku begitu saja. Setelah kejadian itu aku selalu ketaman itu dan ketempat itu. Namun kamu ga pernah datang lagi. Pertemuan yang indah dan kehilangan yang menyakitkan. Senyata apakah kamu? Sampai suatu ketika , aku masih menunggu menunggu seseuatu yang tidak pasti… tiba-tiba keajaiban itu datang. Kau muncul lagi dihadapan ku. “kenapa kamu selalu disini?” dia bertanya kepadaku. “oh tidak, tempat ini merupakan tempat favorit ku, kalau aku sedih.” “ohh gitu, ini juga tempat favorit ku, mungkin juga tempat yang paling aku rindukan” celotehnya. “tapi selain itu , aku menunggu kamu” aku memberanikan diri untuk berkata seperti itu. “untuk apa menunggu ku? “tidak ada, aku selalu memperhatikan mu saat kamu main biola, aku kagum dengan permainanmu.” “aku juga selalu ada di balik pohon itu saat kamu duduk disini.” Aku hanya terdiam. “ oh iya, nama kamu siapa?” aku mulai angkat bicara. “ Buat apa tahu namaku?”  “kan tak kenal maka tak sayang” aku hanya tersenyum “ ga usah sayang juga tidak masalah, lagian tidak perlu mengenal namaku untuk menyayangi ku.” Dia menjawab dengan nada datar. “tapi…” “aku ga bakalan lama kok disini, sebentar lagi juga aku pergi” dia tersenyum dan pergi menjauh.
        Awalnya ini hanya persaaan kagum yang tak kupedulikan. Tapi ku rasa perasaan ini berkembang menjadi perasaan takut akan kehilangan mu. Aku mencintaimu secara diam-diam , dan aku ahli dalam melakukan itu. Keesoan harinya aku pergi ke taman itu, dan berharap kamu ada disitu.  “suka lagu itu ya?” “iya.” Jawab nya singkat. “Mass In B Minor bukan sih judulnya, dari Johann Sebastian Bach?” “iya ternyata kamu tau. Lagi sedih ya?” dia bertanya kepada ku “enggak kok.” “ trus ngapain datang , bukannya kamu bilang kamu datang saat kamu sedih saja?” aku terdiam sejenak. “sebenarnya pengen ketemu kamu!” “ohh gitu.” Keheningan kembali terjadi, ditengah-tengah keheningan rasanya aku ingin berteriak ‘aku tak pernah takut untuk mencintai mu walau kamu udah ga disini.’ Dia hanya diam dan masih diam. “jadi nama kamu Cindy Anastasya?” aku memperhatiakan kotak biolanya, “ohh , pasti dari kotak biola ini. Sebenarnya cindy aja, Anastasya itu kembaran ku, dan dia udah disurga.” “HAHAHA!” “ada yang lucu?” dia heran kenapa aku tertawa. “tidak ada,aku hanya senang bisa tau nama mu.” Aku menjawab pertanyaannya. “oh maaf  aku ga tau kalau sodaramu udah gada.” “iya aku tau.” “aku yoel” sambil menyodorkan tangan. “aku kan udah bilang , aku ga lama disini. Bahkan untuk sekedar mengingat  nama mu.” Dia beranjak dari kursi itu dan pergi meninggalkan ku. Ntah apa yang merasuki ku, aku tidak ingin melepaskannya “kenapa pergi ? jangan pergi, jika waktu mu sebentar lagi berikan sebentar saja untukku” . Dia tersenyum , dan berjalan menjauh. Senyum yang selama ini aku cari, aku temukan di wanita ini. Aku merasa sudah memahamimu, aku merasa aku punya kesemepatan untuk bersama mu.
        Sudah enam hari aku rutin datang ke taman itu, Cuma gara-gara wanita itu. “hey!!” aku menyapa dia. Ketenangan terjadi sejenak “tau ga, kenapa aku sering kesini?” dia memulai pembicaraan. “mungkin karena tenang yak an?” “iya, aku suka ketenangan. Membuat ku menghargai sisa-sisa waktu ku disini.” Dia menjelaskan, “oh iya, emang nya mau kemana sih?” aku bertanya, namun dia hanya diam. “kamu sekolah dimana?” aku bertanya, dan dia tetap diam. “kenapa sih kamu ga mau, sedikit memberi tahu aku ?!” aku mulai kesal dengan sikapnya. “iya karena kamu ga perlu tahu.” Wajah datarnya membuat aku tambah kesal. “oh, ku kira kamu nganggap aku ada, seminggu kita bareng di taman ini, menemani kamu , tapi selalu tertutup.” “aku ga pernah minta buat kamu temenin aku.” Dia berkata. Kata-kata itu membuatku sakit, apa tidak berharga aku dimata kamu?. Perlahan aku beranjak meninggalkannya dengan rasa kecewa. “kenapa pergi? Bukannya kemarin kamu yang menyuruh aku membagi waktu ku ke kamu? Tapi kenapa kamu pergi sekarang? Lagian sebentar lagi kok aku bareng sama-sama dengan kamu!” suaranya seakan menimbulkan suasana baru. Aku kembali dan duduk disitu, tiba-tiba saja dia memelukku. “aku sayang kamu Dave! Aku pengen slalu meluk kamu saat aku masih bisa!” “aku juga sayang kamu kok! Ahahhaha! Boleh minta nomor handphone?” “enggak!” “yaudah aku pergi lagi ah!” aku pura-pura pergi. “nyebelin banget sih! Ni 0595649685” dia memberikan nomor handphone nya. “ Kata pepatah ngomong sama orang jelek bikin bosan, tapi kamu tidak ngebosenin kok!” Dia mengejekku “sial kamu awas!”aku mencubit pipinya. Kata sayang yang muncul walaupun belum lama bersama.
       
        Sebulan kami smsan, percakapan setiap malam yang kuselipkan lewat pesan singkat; cinta, kamu membuka mataku dengan cara yang ajaib… Aku gak tau ini disebut apa. Pertemuan yang membingungkan mungkin, kau hilang lagi… kau pergi dan menghilang dengan caramu yang ajaib. Sudah dua minggu aku menunggumu disini. Menunggu sms mu, menunggu canda kita yang dulu kita lakukan, tapi kenapa kamu tak kunjung muncul. Aku mencoba menutup mataku, namun samar-samar wanita yang ku kenal itu muncul lagi dihadapanku. “hallo!” “hey Cindy, duduk dong, kemana aja kamu?” “maaf ,sebenarnya aku bukan Cindy yang kamu kenal, aku Anastasya!” dia berbicara, namun tetap berdiri, dan pertanyaannya sukses membuatku bingung. “Apa?! Bukannya Anastasya udah…” “tidak, ini lah aku , dan asal kamu tau , sebenarnya Cindy selama ini ada dibalik pohon itu! Dia selalu menangis dikursi rodanya saat melihatmu.”Dia menunjuk pohon yang sama saat pertama kali kami bertemu dan sambil menjelaskan. “bohong kamu bohong! Kamu lagi kerjain aku ya? Udah ga lucu!” aku mencoba tidak mempercainya. “tidak ! selama ini aku hanya menggantikan posisi nya untuk bersamamu!” “apa maksudmu?! Jelaskan lah , kau membuat ku bingung!” aku semangkin bingung, aku seperti terjebak diantara lingkaran setan. “dia slalu memperhatikanmu dibalik pohon itu. Dia menyuruh ku untuk berkenalan dengan mu, awalnya aku tidak mau tapi…” “tapi apa?! Cerita yang jelas!” “akhirnya aku mau. Mungkin cara ini, untuk membahagiakannya disisa hidupnya. Ingat waktu dia bilang ‘Dave aku sayang kamu! Aku ingin meluk kamu diwaktu terakhirku’ ingat?” aku merenung seakan baru kemarin dia ucap kata itu. “aku ingat! Aku ingat semua! Jadi sebenarnya yang memelukku itu kamu?” “Bukan itu dia sendiri!” dia menjelaskan. “katamu dia menggunakan kursi roda?” “iya , dan tau kenapa saat kamu ngajak dia jalan dia ga mau? Itu karena dia ga bisa jalan!” aku bingung , aku sedih, kenapa seperti ini? Aku juga bakalan nerima kamu kok. “sebenarnya dia kenapa?” pertanyaan itu menghantui pikiranku. Kenapa kamu pergi sebelum aku bilang cinta. “dia terkena leukemia, mungkin waktunya tinggal satu bulan lagi, awalnya dia bersedih, namun setelah mengenalmu beberapa waktu terakhir, dia kembali seperti Cindy yang dulu, itu alas an kenapa aku mau menuruti permintaanya!” pernyataannya terngiang-ngiang di kepalaku. Leukimia? Kenapa kamu gak pernah beritahu aku. “jadi dia dimana? Jangan bilang dia…” mataku seakan tidak mampu menahan air mata. “Belum! Ini hari terakhirnya di Indonesia , lusa dia akan pergi ke US, untuk berobat” perkataannya membuatku sedikit lebih tenang. “sekarang dia dimana?!” “sebenarnya aku tidak boleh memberitahu ini!” “Tasya ! tolong lah!” air mataku berjatuhan. Dengan penuh pertimbangan Anastasya memberikan alamatnya, tanpa pikir panjang aku langsung menuju rumah sakit.
       
        Saat tiba disana aku melihat dari luar dia terbaring lemah, beberapa orang mungkin temannya, dan mungkin juga keluarganya berkumpul disitu, jujur selama aku kenal dia, aku ga pernah main kerumahnya, atu sekedar untuk kenal teman-temannya. Aku menerobos masuk, semua orang menatapku,semua orang menatapku, kecuali dia! Tatapannya dia buang dan enggan menatap ke arahku. “buat apa kesini?! “ “aku Cuma…” “pergi! Kamu lebih baik sama Anastasya bukan sama aku! “ “kenapa kamu bersembunyi? Kamu ?” hati pilu melihat itu, melebur begitu saja ntah bagaimana. “kamu pergi!” dia berteriak sambil menangis, dan beberapa orang mulai membujukku untuk pergi. “kenapa harus pergi? Bukannya kamu yang dulu melarangku untuk pergi? “ “bukan itu Anastasya!” “enggak Cindy aku itu kamu! Pelukmu!” aku menerobos orang banyak dan memegang tangannya. Dia menangis, aku peluk dia dan tak ingin melepasknnya. Obrolan singkat terjadi “aku sayang kamu Cindy!” “aku juga sayang kamu Dave!” kemudian dia memberikan surat. “ jangan dibuka kalau aku masih ada disni, terus buka ditaman tempat kita biasa ya! Kalau gak ntar nyesel lo!” dia hanya tersenyum , namun aku tahu dia hanya berusaha untuk membuatku lebih tenang. “ Berarti  aku gak akan pernah buka surat ini. Karena kamu gak bakalan pergi kemana-mana kok!” aku bingung , apa yang menimpaku sekarang ini.  Dan senyuman nya masih mengambang disela-sela kesedihan yang terjadi, tanganku yang masih dia gengam , perlahan mulai melepaskan cengkramannya. Nafas terakhir dan senyum terakhir. Dia pergi dengan melepaskan senyuman yang sampai sekarang tidak akan membuatku lupa.
        Dia telah tiada… semua orang disitu menangis. Aku tidak kuat untuk berada disitu. Aku pergi meninggalkan dan pergi ketaman itu. Ku buka perlahan surat itu, dengan air mata yang masi berlinang dipipiku.
untuk mu!  J

Hey yo! Kalau baca surat ini berarti aku udah gak ada lagi disini. Berarti aku udah ga tau dimana sekarang.
Aku bingung mulai dari mana, gmana kalau awal kita bertemu,
Mass In B Minor, ingat? Itu lagu yang selalu aku main kan. Aku ingat canda tawa ,tangisan mu, air mataku, tak ku sesali. pelukan mu, amarahmu, pengorbananmu, takkan ku ganti, semua yang harus kita alami, membuat kita tuk saling mengerti...
Karena aku cinta kamu, karena aku butuh kamu, dan aku ingin kamu, disisiku.
Keangkuhan tak buat mu tuk jadi ragu, sayangi ak. Kaumemebrikan arti berharga disisa hidup ku, aku ga bsa kuat sendri, namun dengan mu itu berbeda, semua kata-kata kita , semua omong kosong yang kita lakukan. aku inget hal gila yang kita lakukan. sialnya, kamu membuat aku tidak ingin meninggalkan mu walau ku tau ku tak bisa. tawa yang kita lakukan , semua yang kamu katakan, masih mengingat di kepala ku, sayang kamu tau kamu itu alasan kenapa aku masih hidup, aku inget saat kamu mengejutkan ku, aku inget saat kita menunjuk bintang-bintang , aku inget janji dan harapan yang kita buat. inget ga kita bernyanyi di bulan desember? ya aku masih inget, janji yang kita buat antra kamu dan aku. aku juga inget apa sepatu mu, aku inget kopi yang slalu kita minum. sesuatu di matamu , membuat ku kehilangan diriku, sesuatu di suaramu membuat ku tenang, kamu tak selalu disini, ketika aku terbangun dari komaku, ak ingin kamu berada disini, tapi aku gak bisa, kamu punya kehidupan sendiri. kamu telah menunjukan jalan pada ku, dan aku yang harus menjalankan nya, kamu datang membawa cinta, aku bisa melihat mu saat kamu ga disini, aku juga bisa merasaknnya saat kamu ga disini, kamu datang dan membuatku tak pernah merasakan kesendirian , mungkin kamu datang membawa kehidupan baru bagiku. aku selalu menunggu mu sampai kamu ada disni disamping ku ,dan jika suatu saat kamu menemukan penggantiku , aku pinta coba lah mengingat kenangan kita sesekali saja, kamu orang yang baik. Makasih ya , salam cinta untukmu, dan semua takkan sama lagi.

Bertanda cindy.
Aku terdiam diam bersama kenangan itu…

Empat tahun kemudian

Aku kembali ke Indonesia, aku telah menyelsaikan kuliahku di luar negri. Aku kembali ketaman itu, aku duduk di tempat yang sama yang pernah kita duduki.
I thought that with time I'd forget about you. But I was wrong: it's bern year and you still linger my every thought.

Aku ingat air mata mengalir di wajahmu, Ketika aku katakan, aku tidak akan membiarkan kamu pergi. Ketika semua orang bayangan hampir membunuh cahayamu.  Tapi semua itu sudah mati dan pergi dan berlalu. Tak terhitung masa-masa yang telah terlewati, Seberapa besarkah aku sungguh- sungguh mengenal dirimu? Tak sesederhana menyusuri selembar peta dengan jarimu. Aku tahu engkau sedang mencoba menyembunyikan raut kegelisahanmu. Seolah melawan hari esok yang kian mendekat. Aku berjalan di sekitar, masih saja ia berupa ketakjuban, betapa hatiku penuh akan dirimu. Jika aku menengadah, gemerlapan meluap-luap, tak akan pernah memudar. Andai aku dapat seperti matahari yang selalu bersinar cemerlang. Aku ingin didekap dalam keharumanmu, hanya untuk beberapa saat lagi. Terenggut oleh kerah bajuku keluar menuju udara, aku berbalik. Remang, desau putih menandakan berlalunya musim. Berulang terus dan terus, tiba-tiba membuatku bertanya, mengapa aku di sini? Aku ingin duduk di sampingmu, selamanya memandangi senyumanmu.  Ingin tinggal di sepasang mata itu dan merasakan berbagai untaian peristiwa. Seperti pemandangan lembut terlukis dalam keindahan rangkaian warna. Aku ingin menghentikan waktu selamanya. Aku ingin duduk di sisimu, selamanya melihat senyummu. Ingin tinggal di sepasang mata itu dan melewati berbagai untaian peristiwa. Andaikan suatu hari aku dapat membawamu ke musim yang terang benderang. Menuju bunga-bunga yang bermekaran di langit bagaikan salju.  Menuju bunga. ketika hati ini tetap kan pilihan , adakah kuasa diri ter abaikan? Meski waktu datang dan berlalu kw takkan rdup dan terganti untuk saat ini. Cindy makasih untuk 3 bulan penuh arti . Dan aku tau jawaban sampai kapan kita bersama? Kita akan slalu bersama, di dalam doa dan tidur ku, ketika Tuhan mengambil orang yang aku sayangi , pasti akan ada orang yang datang dan lebih sayang sama ku! Dan aku percya itu.
        " hey!" Suara yang gak asing lagi , air mataku berlinang begitu saja . " anastasya?" Aku masih tidak tahan untuk melihat nya.  " akhirnya kamu kembali yo! Penantian selama empat tahun akhirnya terjawab, penantian cindy juga terjawab. Jangan pergi lagi ya !" Dia menangis langsung memeluk ku. Pelukan hangat yang hilang sejak cindy pergi, tanpa pikir panjang aku peluk dia.  Setiap orang punya kisahnya masing-masing , setiap orang juga punya orang yang Tuhan kirim untuk melengkapi hidupmu. Dan mungkin dialah orang yang dikirim Tuhan, pengganti Cindy.
Namaku Dave dan inilah kisahku.

BELAJAR STAND UP COMEDY

Kamis, 11 April 2013


MUST READ FIRST!!
Sebelum menekuni StandUp Comedy sebaiknya bisa menjawab: Apa itu StandUp Comedy? Apa beda nya dgn Comedy lain? Apa syarat menjadi Comic?
Materi StandUp Comedy sebaiknya Tidak DIKARANG tapi DIGALI dr kehidupan pribadi Comic. StandUpComedy=Personal Comedy.

Carol Burnett: Dalam Kehidupan setiap Orang ada ber-Ton Ton bahan Stand Up Comedy.

Langkah awal terjun ke dunia Stand Up Comedy: Study the Pros. Lihat, Simak, Pelajari Penampilan, Kehidupan dan Tehnik para Comics.

Langkah ke2: Gather your Materials! Kumpulkan "calon" materi kita dgn cara menggali dr kehidupan pribadi (nama,keluarga,sekolah,adat,dll) Gather your materials: gali sebanyk mungkin calon bahan dr kehidupan pribadi, lingkungan, dsb. Atau buat daftar kelemahan pribadi. Selain menggali dr kehidupan pribadi, bisa juga dibuat list POV (Point Of View) yakni "sudut pandang" pribadi thdp suatu hal

Langkah ke3: Make Your Materials a StandUp Routines. Di tahap ini kita meramu semua ide,topik,premis di Langkah ke2 menjadi bahan panggung! Materi mentah atau ide,topik,premis yg kita pilih di Langkah ke2, yg blm lucu itu, kita ramu dgn segala tehnik untuk menjadi Lucu! Di Langkah ke3: Bahan diolah hingga punya format Sesuai struktur Joke. Yg paling dasar: memliki SetUp dan Punch!

Langkah ke4: Naik Panggung! Sbnyk apapun buku dipelajari, naskah dibuat dan latihan dilakukan, Anda tdk akan pernah menjadi Comic sblm naik panggung! Dan sebanyak banyaknya.

Bagaimana Cara Menulis Materi Biar Lucu?
mungkin banyak dari kalian yang udah pernah coba OpenMic tapi bingung kok penonton gak ketawa? padahal gue lucu. mungkin karena kalian ada kesalahan dalam menuliskan materi.
sebenernya banyak teorinya untuk menulis materi yang baik dan benar.tapi kita disini belajar dasanya aja dulu, jadi yang harus dipahami ada dua. yaitu, Premis dan Punchline apaan tuh premis? apaan tuh Punchline? nah gue jelasin ya disini.
Premis itu adalah kata pembuka dari lo, berisikan pernyataan akan suatu hal. ini fungsinya penonton tau apa yang lo maksud.
Punchline itu bagian lucu dari materi lo, biasanya absurd, berlebihan, bahkan tolol.
Contoh :
Premis = Gak semua yang lo pengen itu bakal kecapaian, contohnya gue.
Punchline = Cita cita gue pengen jadi polwan tapi gak kesampean.
nah gimana udah ngerti? bagus..

eits, tapi dalam penulisan premis pun ada triknya loh, mau tau?
triknya yang paling umum adalah, jangan sampai terlalu panjang kenapa? penonton bisa bosen. kalo boleh menguti perkataan seorang comic handal jebolan KompasTV, Ernest Prakarsa "sebagai comic 100% nyawa kita ada di penonton, kalo penonton gak ketawa rasanya itu kayak pengen nangis" jadi jangan sampai membuat penonton bosan.
gimana contoh premis yang benar? nih gue kasih contoh lagi.
"mas Toilet dimana?" << Contoh benar!
"jadi begini, toilet adalah tempat untuk berak. jadi saya berinisiatif untuk bertanya ke mas mas yang lagi ngerokok di ujung jalan sana, mas toilet dimana ya?" << Contoh salah!

untuk menuliskan sebuah bit (jokes) yang singkat tapi lucu dan jelas, cukup melakukan teori yang dikenal "Rule Of Three" atau cukup 3 kalimat aja udah tercipta Premis dan Punchline yang sempurna, enak kan? contohnya kayak gini :
Contoh: 1. Ada penyakit sapi gila; 2. Ya jelas bisa gila lah; 3. Toketnya diperah terus, tapi ga dipake pake.. horny, kentang, galau.

gimana udah paham dasarnya? bagus lah kalau begitu. 

Apa Itu Lucu?
Menurut pakar pelacuran, mas adriano qalbi , kelucuan itu ada 3 tipe.. Analogi, exagerasi, dan masturbasi~~maksud saya personifikasi. kita bahas satu satu oke?
Analogi: Mengandaikan sesuatu.. Contoh: banyak tabrak lari kucing di jalanan sehingga ada penampakan pocongkkkkkkkkkkkkkk-kucing , kucing gentayangan
Exagerasi: melebaykan sesuatu,, ya lebay aja.. gak perlu gue contohin kan? Laper = Makan berak = LEBAY
Personifikasi: Menjadi seseorang.. Misalnya ditengah tengah perform lo tiba tiba jadi Mathias Muchus, Rhoma Irama, atau Yeti Pesek


Apa Yang Dilarang?
dalam StandUp comedy ada hal hal yang dilarang dalam materinya. apa saja itu? yuk kita intip.

Quote:
1. Dilarang memakai lelucon orang lain!! Punchline itu susah dapatnya, ngga dari boker terus dapet! Inspirasinya susah, jadi jangan mencuri

2. Dilarang memakai lelucon jalanan, alias lelucon yang emang udah beredar! Cerita ceritanya udah basi woy, semua orang tau.. Jangan males, kampret

3. Dalam standupcomedy-ing, lo boleh ngomong apa aja, asal jgn ngomongin orang cacat.. Itu emang nasib woy, kasihannn!! Jangan yaa

4. Trus kalo ngomongin pemerintahan juga boleh, asal jangan presidennya yaa... ada undang undangnya, kan gak enak lo sampe dipenjara karena ngelawak

5. Dan jangan maenin ayat ayat suci dari Alkitab ataupun Al-Quran yaa.... Sekedar teman yang gak mau ngeliat lo standup di neraka.

6. SARA boleh tapi ada syaratnya.. Kalo lo ngeledek Cina & lo sendiri orang Cina = aman.. Tapi kalo ngeledek Batak tapi lo orang Cina = DIE!!

Riffing
kadang ketika kita sedang perform ada aja penonton yang gak ketawa, betul gak? itu wajar. tapi apa yang membuat mereka gak ketawa? mungkin karena mereka tidak mendengarkan lo. nah teknik yang gue mau ajarin disini namanya Riffing, atau pengambil alihan perhatian penonton.

"Riffing" bersifat penyampaian materi yang mengikut sertakan penonton. terkadang bisa memuji, bahkan meledek penonton, atau tempat. proses Riffing bisa dimulai dari situasi venue, misalnya dari cara duduk penonton, bartender, tempat, dll. Namun ingat !!! jangan pernah meledek penonton yang sifatnya "apa itu elo.." usahakan ledeknya "apa yang elo lakukan". contohnya..

Jangan seperti "Mas, itu kok makannya belepotan?? Oh pantes, SUMBING TOH!!!" JANGAN!!!!! Jangan yang bersifat fisik pokoknya. Nah, apabila riffing nya sukses, otomatis perhatian dan alasan "kenapa kita harus dengerin elo" penonton mulai kita dapatkan. dan perform dijamin lancar

Delivery
delivery itu adalah penyampaian materi kita kepda penonton, dalam delivery ada artikulasi, mic-ing, gesture sama emosi. Artikulasi itu menyangkut jelasnya kata-demi-kata yang dilontarkan. Harus jelas doong, kalo mau ngomong.. Jangan "Bantu saya revisi konsep" tapi ntar penonton dengernya "Bantu saya bersihin kloset" bisa kacau perform kita.

Mic-ing itu meliputi volume ama stressing.. Jangan kegedean klo ngomong, itu mic bukan toa! Ntar ga enak didengernya. Stressing itu terkadang berfungsi untuk membedakan mana setup dan punchline, karena ada perbedaan penekanan dalam berbicara. contoh stressing: "Waktu kecil orang tua gue suka maen smackdown, dan gue gak diajak.." lalu stressingnya: "RUPANYA MEREKA SEKS!!" (ingat! jangan teriak teriak, ditekankan aja).

Gesture meliputi gerakan tubuh & muka, TS suka nih bagian ini karena dapat membawa penonton selevel sama emosi dan imaji kita, dari alis, mata melotot, hidung mengembang, dll kita bisa ngasih efek ke penonton kalo kita itu kaget / bingung. Bahkan contoh tangan aja Pak Lurah kalo pidato. Itu juga termasuk gesture kan? Nunjuk nunjuk langit "Bersyukur hari ini tidak HUJAN!!" Ingat, ini standupcomedy, bukan khotbah! Santai ajaa, fleksibel. berani bergaya jijik, jangan tampil ganteng terus terusan.

Emosi, dan yang terakhir dari delivery itu adalah emosi! Emosi itu bergantung dari materi kita, dan kejujuran kita sendiri. Kalo materinya berupa kekesalan, jadilah kesel, jangan "GW KESEL BANGET!" Tapi mulutnya monyong-mingkem,, malah becanda.

Tata Cara Mengatasi Hackler
Hackler adalah usaha penonton untuk mengagalkan atau merusak perform kita, contoh ada yang teriak : "GAK LUCU LO BISPAK". nah dalam mengatasinya kita jangan terbawa emosi, jangan nangis, jangan banting mic, jangan telpon polisi, dll kita ActCool aja. kita bisa dengan membalikkan kata kata dia dengan "eh mas jangan gitu ah gak sopan ngomong gini sama bapak sendiri, pulang sana beliin papa pulsa" atau yang lainnya, yang penting tetep cool aja. karena kalo kita nafsu membalas perkataan Hackler kita bisa lupa sama materi kita, atau malah kehilangan timming kita.


ISTILAH DALAM STAND COMEDY
Bit : Jokes, lelucon lo.

Comic : sebutan lain StandUp Comedian.

OpenMic : ajang latihan comic baru untuk menjajal StandUp Comedy atau untuk menjajal materi baru kita, lucu atau tidak.

StandUpNite : ini adalah event khusus StandUp Comedian yang udah tinggi kelasnya. dan comic yang bisa tampil disini berarti dia udah tergolong lucu.

Premis : kata pengantar yang difungsikan untuk membimbing penonton ke Jokes yang mau lo bawain.

Punchline : bagian lucu dari Jokes lo, setelah membawakan Premis Punchline lah yang berikutnya.

Setup : bagian gak lucunya dari Jokes, Setup itu sebenernya beda dengan premis. tapi karena samar jadi gak masalah.

Blue Material : Jokesnya yang sifatnya Porno, dll. dianggap materi paling mudah dalam StandUp Comedy. (tapi agak gimana gitu)

Timming : waktu yang diberikan kepada lo oleh penyelenggara. Ingat! patuhi jatah waktu, karena comic yang suka mengambil jatah waktu orang lain bukanlah comic yang baik!

Riffing : teknik mengambil perhatian penonton, fungsinya supaya penonton mau mendengarkan kita.

Ripping : membalikkan ejekan penonton kepada kita yang sedang tampil, tapi dengan menjadikannya sebagai Jokes baru. (keahlian TS)

Hackler : upaya penonton untuk menggagalkan perform kita di panggung.

Hackling : sebutan untuk penonton yang melakukan Hackler.

Act-Out : gesture dari sang comic, bisa dari mimik muka, suara, dan gerakan tubuh. (harap dibedakan dengan Opera Van apa gitu ) keahlian TS juga.

Delivery : penyampaian materi kita ke penonton. dalam Delivery dibagi empat, Artikulasi, Mic-ing, gesture, dan emosi.

Artikulasi : udah pada tau kan? gak usah dijelasin lah ya.

Mic-Ing : teknik mengendalikan suara saat perform. jangan kegedean, jangan kepelanan.

Gesture : teknik yang meliputi gerakan tubuh dan muka.

Emosi : Emosi dipakai sesuai dengan materi yang kita bawakan, kalau materinya tentang kekesalan kita, ya jadilah kesal ingat, jangan teriak teriak tapi naikan saja nada suaranya.

Persona : Karakter

Old Bits : Jokes lama.

Routine : joke synag subjectnya sama atau sering diulang dibawakan comic.

Segue : kalimat transisi yg gunanya untuk me "leading" dari satu Joke atau Routine ke Joke lain

Joke prospector writing system : cara menulis jokes yg terdiri dari dua bagian: Joke Map dan Joke Mine

Hammocking : tehnik menempatkan joke yg kurang kuat atau improvisasi diantara dua Jokes yg kuat.

Joke Map : bagian pertama dr joke prospector writing system dimulai dgn Topik, menciptakan punch premise, mengatur set up premise, dan menyimpulkannya dgn menulis set up.

My love for you as easy as this

Kamis, 14 Maret 2013

my love for you as easy as this


Cowok: "Akhirnya aku sudah menunggu saat ini tiba sejak lama."

Cewek: "Apakah kau rela kalau aku pergi?"

Cowok: "Tentu Tidak! Jangan pernah kau berpikiran seperti itu."

Cewek: "Apakah Kau mencintaiku?"

Cowok: "Tentu! Selamanya akan tetap begitu."

Cewek: "Apakah kau pernah selingkuh?"

Cowok: "Tidak! Aku tak akan pernah melakukan hal buruk itu."

Cewek: "Maukah kau menciumku?"

Cowok: "Ya..."
Cewek: "Sayangku...

Sesudah 5 tahun nikah..."

Tinggal baca dari bawah ke atas... :)