Sampai kapan kita bersama
Sampai Kapan Kita Bersama?
Aku
tidak tahu kapan ini di mulai, mungkin aja saat aku bertemu kamu. Namaku Dave,
mungkin ini sebagian dari kisahku. Pertama kali , kala itu aku sedang
berjalan-jalan di taman. Taman yang mungkin sudah lama ditutup, ku berjalan
sendiri ditengah- tengah keheningan taman itu. Tiba-tiba , aku mendengar
gesekan biola memecah keheninangn disini. Kekaguman membuatku menetap lebih
lama disini. Diam, suasana kembali tenang… kau duduk di bangku itu dan
meletakkan biolamu, ku coba untuk mendekati mu… namun sebelum aku kesana , kau
pergi melewati ku begitu saja. Setelah kejadian itu aku selalu ketaman itu dan
ketempat itu. Namun kamu ga pernah datang lagi. Pertemuan yang indah dan
kehilangan yang menyakitkan. Senyata apakah kamu? Sampai suatu ketika , aku
masih menunggu menunggu seseuatu yang tidak pasti… tiba-tiba keajaiban itu
datang. Kau muncul lagi dihadapan ku. “kenapa kamu selalu disini?” dia bertanya
kepadaku. “oh tidak, tempat ini merupakan tempat favorit ku, kalau aku sedih.”
“ohh gitu, ini juga tempat favorit ku, mungkin juga tempat yang paling aku
rindukan” celotehnya. “tapi selain itu , aku menunggu kamu” aku memberanikan
diri untuk berkata seperti itu. “untuk apa menunggu ku? “tidak ada, aku selalu
memperhatikan mu saat kamu main biola, aku kagum dengan permainanmu.” “aku juga
selalu ada di balik pohon itu saat kamu duduk disini.” Aku hanya terdiam. “ oh
iya, nama kamu siapa?” aku mulai angkat bicara. “ Buat apa tahu namaku?” “kan tak kenal maka tak sayang” aku hanya
tersenyum “ ga usah sayang juga tidak masalah, lagian tidak perlu mengenal
namaku untuk menyayangi ku.” Dia menjawab dengan nada datar. “tapi…” “aku ga
bakalan lama kok disini, sebentar lagi juga aku pergi” dia tersenyum dan pergi
menjauh.
Awalnya
ini hanya persaaan kagum yang tak kupedulikan. Tapi ku rasa perasaan ini
berkembang menjadi perasaan takut akan kehilangan mu. Aku mencintaimu secara
diam-diam , dan aku ahli dalam melakukan itu. Keesoan harinya aku pergi ke
taman itu, dan berharap kamu ada disitu.
“suka lagu itu ya?” “iya.” Jawab nya singkat. “Mass In B Minor bukan sih judulnya, dari Johann
Sebastian Bach?” “iya ternyata kamu tau. Lagi sedih ya?” dia bertanya kepada ku
“enggak kok.” “ trus ngapain datang , bukannya kamu bilang kamu datang saat
kamu sedih saja?” aku terdiam sejenak. “sebenarnya pengen ketemu kamu!” “ohh
gitu.” Keheningan kembali terjadi, ditengah-tengah keheningan rasanya aku ingin
berteriak ‘aku tak pernah takut untuk mencintai mu walau kamu udah ga disini.’
Dia hanya diam dan masih diam. “jadi nama kamu Cindy Anastasya?” aku
memperhatiakan kotak biolanya, “ohh , pasti dari kotak biola ini. Sebenarnya
cindy aja, Anastasya itu kembaran ku, dan dia udah disurga.” “HAHAHA!” “ada
yang lucu?” dia heran kenapa aku tertawa. “tidak ada,aku hanya senang bisa tau
nama mu.” Aku menjawab pertanyaannya. “oh maaf
aku ga tau kalau sodaramu udah gada.” “iya aku tau.” “aku yoel” sambil
menyodorkan tangan. “aku kan udah bilang , aku ga lama disini. Bahkan untuk
sekedar mengingat nama mu.” Dia beranjak
dari kursi itu dan pergi meninggalkan ku. Ntah apa yang merasuki ku, aku tidak
ingin melepaskannya “kenapa pergi ? jangan pergi, jika waktu mu sebentar lagi
berikan sebentar saja untukku” . Dia tersenyum , dan berjalan menjauh. Senyum
yang selama ini aku cari, aku temukan di wanita ini. Aku merasa sudah
memahamimu, aku merasa aku punya kesemepatan untuk bersama mu.
Sudah enam hari aku rutin datang ke
taman itu, Cuma gara-gara wanita itu. “hey!!” aku menyapa dia. Ketenangan
terjadi sejenak “tau ga, kenapa aku sering kesini?” dia memulai pembicaraan.
“mungkin karena tenang yak an?” “iya, aku suka ketenangan. Membuat ku
menghargai sisa-sisa waktu ku disini.” Dia menjelaskan, “oh iya, emang nya mau
kemana sih?” aku bertanya, namun dia hanya diam. “kamu sekolah dimana?” aku
bertanya, dan dia tetap diam. “kenapa sih kamu ga mau, sedikit memberi tahu aku
?!” aku mulai kesal dengan sikapnya. “iya karena kamu ga perlu tahu.” Wajah
datarnya membuat aku tambah kesal. “oh, ku kira kamu nganggap aku ada, seminggu
kita bareng di taman ini, menemani kamu , tapi selalu tertutup.” “aku ga pernah
minta buat kamu temenin aku.” Dia berkata. Kata-kata itu membuatku sakit, apa
tidak berharga aku dimata kamu?. Perlahan aku beranjak meninggalkannya dengan
rasa kecewa. “kenapa pergi? Bukannya kemarin kamu yang menyuruh aku membagi
waktu ku ke kamu? Tapi kenapa kamu pergi sekarang? Lagian sebentar lagi kok aku
bareng sama-sama dengan kamu!” suaranya seakan menimbulkan suasana baru. Aku
kembali dan duduk disitu, tiba-tiba saja dia memelukku. “aku sayang kamu Dave!
Aku pengen slalu meluk kamu saat aku masih bisa!” “aku juga sayang kamu kok!
Ahahhaha! Boleh minta nomor handphone?” “enggak!” “yaudah aku pergi lagi ah!”
aku pura-pura pergi. “nyebelin banget sih! Ni 0595649685” dia memberikan nomor
handphone nya. “ Kata pepatah ngomong sama orang jelek bikin bosan, tapi kamu
tidak ngebosenin kok!” Dia mengejekku “sial kamu awas!”aku mencubit pipinya.
Kata sayang yang muncul walaupun belum lama bersama.
Sebulan kami smsan, percakapan setiap
malam yang kuselipkan lewat pesan singkat; cinta, kamu membuka mataku dengan
cara yang ajaib… Aku gak tau ini disebut apa. Pertemuan yang membingungkan mungkin,
kau hilang lagi… kau pergi dan menghilang dengan caramu yang ajaib. Sudah dua
minggu aku menunggumu disini. Menunggu sms mu, menunggu canda kita yang dulu
kita lakukan, tapi kenapa kamu tak kunjung muncul. Aku mencoba menutup mataku,
namun samar-samar wanita yang ku kenal itu muncul lagi dihadapanku. “hallo!”
“hey Cindy, duduk dong, kemana aja kamu?” “maaf ,sebenarnya aku bukan Cindy
yang kamu kenal, aku Anastasya!” dia berbicara, namun tetap berdiri, dan
pertanyaannya sukses membuatku bingung. “Apa?! Bukannya Anastasya udah…”
“tidak, ini lah aku , dan asal kamu tau , sebenarnya Cindy selama ini ada
dibalik pohon itu! Dia selalu menangis dikursi rodanya saat melihatmu.”Dia
menunjuk pohon yang sama saat pertama kali kami bertemu dan sambil menjelaskan.
“bohong kamu bohong! Kamu lagi kerjain aku ya? Udah ga lucu!” aku mencoba tidak
mempercainya. “tidak ! selama ini aku hanya menggantikan posisi nya untuk
bersamamu!” “apa maksudmu?! Jelaskan lah , kau membuat ku bingung!” aku
semangkin bingung, aku seperti terjebak diantara lingkaran setan. “dia slalu memperhatikanmu
dibalik pohon itu. Dia menyuruh ku untuk berkenalan dengan mu, awalnya aku
tidak mau tapi…” “tapi apa?! Cerita yang jelas!” “akhirnya aku mau. Mungkin
cara ini, untuk membahagiakannya disisa hidupnya. Ingat waktu dia bilang ‘Dave
aku sayang kamu! Aku ingin meluk kamu diwaktu terakhirku’ ingat?” aku merenung
seakan baru kemarin dia ucap kata itu. “aku ingat! Aku ingat semua! Jadi
sebenarnya yang memelukku itu kamu?” “Bukan itu dia sendiri!” dia menjelaskan.
“katamu dia menggunakan kursi roda?” “iya , dan tau kenapa saat kamu ngajak dia
jalan dia ga mau? Itu karena dia ga bisa jalan!” aku bingung , aku sedih,
kenapa seperti ini? Aku juga bakalan nerima kamu kok. “sebenarnya dia kenapa?”
pertanyaan itu menghantui pikiranku. Kenapa kamu pergi sebelum aku bilang
cinta. “dia terkena leukemia, mungkin waktunya tinggal satu bulan lagi, awalnya
dia bersedih, namun setelah mengenalmu beberapa waktu terakhir, dia kembali
seperti Cindy yang dulu, itu alas an kenapa aku mau menuruti permintaanya!”
pernyataannya terngiang-ngiang di kepalaku. Leukimia? Kenapa kamu gak pernah
beritahu aku. “jadi dia dimana? Jangan bilang dia…” mataku seakan tidak mampu
menahan air mata. “Belum! Ini hari terakhirnya di Indonesia , lusa dia akan
pergi ke US, untuk berobat” perkataannya membuatku sedikit lebih tenang.
“sekarang dia dimana?!” “sebenarnya aku tidak boleh memberitahu ini!” “Tasya !
tolong lah!” air mataku berjatuhan. Dengan penuh pertimbangan Anastasya
memberikan alamatnya, tanpa pikir panjang aku langsung menuju rumah sakit.
Saat
tiba disana aku melihat dari luar dia terbaring lemah, beberapa orang mungkin
temannya, dan mungkin juga keluarganya berkumpul disitu, jujur selama aku kenal
dia, aku ga pernah main kerumahnya, atu sekedar untuk kenal teman-temannya. Aku
menerobos masuk, semua orang menatapku,semua orang menatapku, kecuali dia!
Tatapannya dia buang dan enggan menatap ke arahku. “buat apa kesini?! “ “aku
Cuma…” “pergi! Kamu lebih baik sama Anastasya bukan sama aku! “ “kenapa kamu
bersembunyi? Kamu ?” hati pilu melihat itu, melebur begitu saja ntah bagaimana.
“kamu pergi!” dia berteriak sambil menangis, dan beberapa orang mulai
membujukku untuk pergi. “kenapa harus pergi? Bukannya kamu yang dulu melarangku
untuk pergi? “ “bukan itu Anastasya!” “enggak Cindy aku itu kamu! Pelukmu!” aku
menerobos orang banyak dan memegang tangannya. Dia menangis, aku peluk dia dan
tak ingin melepasknnya. Obrolan singkat terjadi “aku sayang kamu Cindy!” “aku
juga sayang kamu Dave!” kemudian dia memberikan surat. “ jangan dibuka kalau
aku masih ada disni, terus buka ditaman tempat kita biasa ya! Kalau gak ntar
nyesel lo!” dia hanya tersenyum , namun aku tahu dia hanya berusaha untuk
membuatku lebih tenang. “ Berarti aku
gak akan pernah buka surat ini. Karena kamu gak bakalan pergi kemana-mana kok!”
aku bingung , apa yang menimpaku sekarang ini.
Dan senyuman nya masih mengambang disela-sela kesedihan yang terjadi,
tanganku yang masih dia gengam , perlahan mulai melepaskan cengkramannya. Nafas
terakhir dan senyum terakhir. Dia pergi dengan melepaskan senyuman yang sampai
sekarang tidak akan membuatku lupa.
Dia telah tiada… semua orang disitu
menangis. Aku tidak kuat untuk berada disitu. Aku pergi meninggalkan dan pergi
ketaman itu. Ku buka perlahan surat itu, dengan air mata yang masi berlinang
dipipiku.
untuk mu! J
Hey yo! Kalau baca surat ini berarti aku udah gak ada lagi disini. Berarti aku udah ga tau dimana sekarang.
Hey yo! Kalau baca surat ini berarti aku udah gak ada lagi disini. Berarti aku udah ga tau dimana sekarang.
Aku bingung mulai dari mana, gmana kalau
awal kita bertemu,
Mass In B Minor, ingat? Itu lagu yang selalu aku main kan. Aku ingat canda tawa ,tangisan mu, air mataku, tak ku sesali. pelukan mu, amarahmu, pengorbananmu, takkan ku ganti, semua yang harus kita alami, membuat kita tuk saling mengerti...
Karena aku cinta kamu, karena aku butuh kamu, dan aku ingin kamu, disisiku.
Keangkuhan tak buat mu tuk jadi ragu, sayangi ak. Kaumemebrikan arti berharga disisa hidup ku, aku ga bsa kuat sendri, namun dengan mu itu berbeda, semua kata-kata kita , semua omong kosong yang kita lakukan. aku inget hal gila yang kita lakukan. sialnya, kamu membuat aku tidak ingin meninggalkan mu walau ku tau ku tak bisa. tawa yang kita lakukan , semua yang kamu katakan, masih mengingat di kepala ku, sayang kamu tau kamu itu alasan kenapa aku masih hidup, aku inget saat kamu mengejutkan ku, aku inget saat kita menunjuk bintang-bintang , aku inget janji dan harapan yang kita buat. inget ga kita bernyanyi di bulan desember? ya aku masih inget, janji yang kita buat antra kamu dan aku. aku juga inget apa sepatu mu, aku inget kopi yang slalu kita minum. sesuatu di matamu , membuat ku kehilangan diriku, sesuatu di suaramu membuat ku tenang, kamu tak selalu disini, ketika aku terbangun dari komaku, ak ingin kamu berada disini, tapi aku gak bisa, kamu punya kehidupan sendiri. kamu telah menunjukan jalan pada ku, dan aku yang harus menjalankan nya, kamu datang membawa cinta, aku bisa melihat mu saat kamu ga disini, aku juga bisa merasaknnya saat kamu ga disini, kamu datang dan membuatku tak pernah merasakan kesendirian , mungkin kamu datang membawa kehidupan baru bagiku. aku selalu menunggu mu sampai kamu ada disni disamping ku ,dan jika suatu saat kamu menemukan penggantiku , aku pinta coba lah mengingat kenangan kita sesekali saja, kamu orang yang baik. Makasih ya , salam cinta untukmu, dan semua takkan sama lagi.
Bertanda cindy.
Mass In B Minor, ingat? Itu lagu yang selalu aku main kan. Aku ingat canda tawa ,tangisan mu, air mataku, tak ku sesali. pelukan mu, amarahmu, pengorbananmu, takkan ku ganti, semua yang harus kita alami, membuat kita tuk saling mengerti...
Karena aku cinta kamu, karena aku butuh kamu, dan aku ingin kamu, disisiku.
Keangkuhan tak buat mu tuk jadi ragu, sayangi ak. Kaumemebrikan arti berharga disisa hidup ku, aku ga bsa kuat sendri, namun dengan mu itu berbeda, semua kata-kata kita , semua omong kosong yang kita lakukan. aku inget hal gila yang kita lakukan. sialnya, kamu membuat aku tidak ingin meninggalkan mu walau ku tau ku tak bisa. tawa yang kita lakukan , semua yang kamu katakan, masih mengingat di kepala ku, sayang kamu tau kamu itu alasan kenapa aku masih hidup, aku inget saat kamu mengejutkan ku, aku inget saat kita menunjuk bintang-bintang , aku inget janji dan harapan yang kita buat. inget ga kita bernyanyi di bulan desember? ya aku masih inget, janji yang kita buat antra kamu dan aku. aku juga inget apa sepatu mu, aku inget kopi yang slalu kita minum. sesuatu di matamu , membuat ku kehilangan diriku, sesuatu di suaramu membuat ku tenang, kamu tak selalu disini, ketika aku terbangun dari komaku, ak ingin kamu berada disini, tapi aku gak bisa, kamu punya kehidupan sendiri. kamu telah menunjukan jalan pada ku, dan aku yang harus menjalankan nya, kamu datang membawa cinta, aku bisa melihat mu saat kamu ga disini, aku juga bisa merasaknnya saat kamu ga disini, kamu datang dan membuatku tak pernah merasakan kesendirian , mungkin kamu datang membawa kehidupan baru bagiku. aku selalu menunggu mu sampai kamu ada disni disamping ku ,dan jika suatu saat kamu menemukan penggantiku , aku pinta coba lah mengingat kenangan kita sesekali saja, kamu orang yang baik. Makasih ya , salam cinta untukmu, dan semua takkan sama lagi.
Bertanda cindy.
Aku terdiam diam bersama kenangan itu…
Empat tahun kemudian
Aku kembali ke Indonesia, aku telah
menyelsaikan kuliahku di luar negri. Aku kembali ketaman itu, aku duduk di
tempat yang sama yang pernah kita duduki.
I thought that with time I'd forget
about you. But I was wrong: it's bern year and you still linger my every
thought.
Aku ingat air mata
mengalir di wajahmu, Ketika aku katakan, aku tidak akan membiarkan kamu pergi. Ketika semua orang bayangan
hampir membunuh cahayamu.
Tapi semua itu sudah
mati dan pergi dan berlalu. Tak terhitung masa-masa yang telah terlewati,
Seberapa besarkah aku sungguh- sungguh mengenal dirimu? Tak sesederhana
menyusuri selembar peta dengan jarimu. Aku tahu engkau sedang mencoba
menyembunyikan raut kegelisahanmu. Seolah melawan hari esok yang kian mendekat.
Aku berjalan di sekitar, masih saja ia berupa ketakjuban, betapa hatiku penuh
akan dirimu. Jika aku menengadah, gemerlapan meluap-luap, tak akan pernah
memudar. Andai aku dapat seperti matahari yang selalu bersinar cemerlang. Aku
ingin didekap dalam keharumanmu, hanya untuk beberapa saat lagi. Terenggut oleh
kerah bajuku keluar menuju udara, aku berbalik. Remang, desau putih menandakan
berlalunya musim. Berulang terus dan terus, tiba-tiba membuatku bertanya,
mengapa aku di sini? Aku ingin duduk di sampingmu, selamanya memandangi senyumanmu. Ingin tinggal di sepasang mata itu dan
merasakan berbagai untaian peristiwa. Seperti pemandangan lembut terlukis dalam
keindahan rangkaian warna. Aku ingin menghentikan waktu selamanya. Aku ingin
duduk di sisimu, selamanya melihat senyummu. Ingin tinggal di sepasang mata itu
dan melewati berbagai untaian peristiwa. Andaikan suatu hari aku dapat
membawamu ke musim yang terang benderang. Menuju bunga-bunga yang bermekaran di
langit bagaikan salju. Menuju bunga.
ketika hati ini tetap kan pilihan , adakah kuasa diri ter abaikan? Meski waktu
datang dan berlalu kw takkan rdup dan terganti untuk saat ini. Cindy makasih
untuk 3 bulan penuh arti . Dan aku tau jawaban sampai kapan kita bersama? Kita
akan slalu bersama, di dalam doa dan tidur ku, ketika Tuhan mengambil orang
yang aku sayangi , pasti akan ada orang yang datang dan lebih sayang sama ku!
Dan aku percya itu.
"
hey!" Suara yang gak asing lagi , air mataku berlinang begitu saja .
" anastasya?" Aku masih tidak tahan untuk melihat nya. " akhirnya kamu kembali yo! Penantian
selama empat tahun akhirnya terjawab, penantian cindy juga terjawab. Jangan
pergi lagi ya !" Dia menangis langsung memeluk ku. Pelukan hangat yang
hilang sejak cindy pergi, tanpa pikir panjang aku peluk dia. Setiap orang punya kisahnya masing-masing ,
setiap orang juga punya orang yang Tuhan kirim untuk melengkapi hidupmu. Dan
mungkin dialah orang yang dikirim Tuhan, pengganti Cindy.
Namaku Dave dan inilah kisahku.
0 komentar:
Posting Komentar