Sampai kapan kita bersama 2

Kamis, 23 Mei 2013

"Dave ! Coba kamu kerjakan soal nomor empat!" Kata pak guru menyuruhku. "Dave bangun!" Doni mencoba membanggunkanku, Aku yang masi tertidur pulas seakan enggan membuka mata. "Dave! Bangun woi!" " Apaan sih lu?! Ganggu orang tidur aja" aku tidak mempedulikan ucapan Doni. "Mana Dave?! Kok belum maju?! Cepat yang lain sudah menunggu!" Guru berteriak memintaku untuk maju. Mungkin guru tersebut telah habis kesabaran terhadapku. Tiba-tiba dia melemparkanku dengan penghapus. Strike! Dia mengenaiku, sekarang mukaku hitam terkena penghapusnya. "I..i...ya saya pak!" Aku kaget dan langsung bangun. "Kamu tidur?!" "Iya! Eh maksud saya enggak!" Aku menjawab dengan rasa takut yang menusuk. " kalau kamu tidak tidur jadi bisa dong maju ke depan! Kerjakan soalnya cepat!!! Kalau gak bukan cuma kamu yang gak isterhat, tapi satu kelas!" Dia mengancamku. "Mampus gw!" Aku kaget, apa yang ku lewatkan satu jam terakhir. Akhirnya dengan negoisasi, dia memperbolehkan satu kelas isterahat namun tidak untukku. Aku disuruh lari 30 putaran. Memang guru ini tidak punya rasa kemanusiaan. Setelah lari, dengan nafas masi tertinggal, aku ke kantin. Bercanda gurau dengan temanku. Tiba-tiba aku mengingat sosok wanita itu tergambar jelas di benakku. Wanita yang hadir di mimpiku akhir-akhir ini disetiap aku tidur. Siapa dia, kenapa dia begitu jelas ada di kepala ku? Aku mencoba memikirkan. Setiap aku bermimpi, aku selalu menemuinya, wanita yang membuat ku semangat untuk tidur.


Aku berusaha mencari  apa yang sebenarnya terjadi. Sampai suatu ketika, "dave! Ada anak baru lo kabarnya" "buat lo aja deh, kagak peduli gw mah!" Gw coba tidak mempedulikan. "Ohh ya udah kalau gitu. Awas nyesel!"

0 komentar:

Posting Komentar